Daftar 10 Game PC Keren Free to Play 2021

Asalkan kalian tahu justru game gratis membuat gamers atau pemain jadi boros. Ini karena tak sedikit developer dan publisher membuat model bisnis pay to win. Biasanya game yang seperti ini membuat sebuah sistem entah level, item, atau drop yang bisa menambah serangan atau pertahanan karakter dan akun. Meskipun ia bisa ditingkatkan dengan memainkan gamenya saja, namun player bisa membeli sistem tersebut menggunakan uang asli.

Di masa lalu game online free to play buatan korea selatan dan tiongkok sangat umum kita jumpai model bisnis seperti ini. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, banyak developer dan publisher besar terjun ke bisnis free to play dengan menawarkan balancing yang lebih baik.

Mereka umumnya hanya memberikan item kosmetik super keren dengan harga mahal untuk bisa mempertahankan servernya agar tetap hidup. Tentu saja sistem ini juga akan berikan mereka kesempatan untuk memberikan konten yang lebih berkualitas. Tak hanya bertahan di industri, mereka juga membuat sistem tersebut sebagai win-win solution bagi player dan pihak developer maupun publisher.

Lantas, apa saja game PC free to play yang menganut sistem yang tak pay to win tersebut? Berikut daftar 15 game yang mungkin sudah kamu kenal.

Jadi, inilah beberapa game PC free to play yang tidak pay to win. Bijaklah menggunakan uangmu gamers!

 

CS:GO

Muncul pertamakali sebagai mod Half-Life, Counter-Strike: Global Offensive atau CS:GO adalah seri terbaru dan yang paling terkenal dari seri serupa di masa lalu. Game FPS dengan permainan Counter Terrorist vs Terrorist ini tawarkan permainan klasik seperti bomb mission, secure VIP, dan lindungi tawanan.

Valve awalnya buat gamenya berbayar, namun sejak adanya mode battle royale “Danger Zone” mereka gratiskan untuk semua player. Tentu saja semua keuntungan game berbayar dapat dimiliki. Valve hanya mendapatkan uang dari skin yang dimiliki oleh para player, namun tidak memberikan efek damage bertambah atau yang lain.

 

Valorant

Gabungkan permainan CS:GO dan hero-shooter, Valorant bisa dibilang adik “kesekian” dari FPS buatan Valve tersebut. Gamenya miliki hero yang disebut agent dengan ragam kemampuan unik. Player bisa membukanya seiring berjalannya permainan tanpa membayar sama sekali. Riot Games hanya berikan kosmetik saja untuk tunjang keberlangsungan hidup servernya.

 

Call of Duty: Warzone

Hadir sebagai mode battle royale, Call of Duty: Warzone merupakan game FPS berkualitas yang gunakan mekanik gunfight Modern Warfare (2019) yang epik. Game ini sebenarnya mode sekaligus versi gratis dari Modern Warfare (2019). Kamu yang membelinya bisa dapatkan mode multiplayer dan single player yang jelas jauh berbeda dari Warzone. Sistem keuangannya juga masih sama seperti game sebelumnya yakni kosmetik yang harganya menurut saya pribadi cukup mahal. Ia juga miliki battlepass dengan hadiah item kosmetik yang tak menghancurkan balancing gamenya.

 

Warframe

Kalau kamu bilang Warframe adalah game pay to win, sepertinya kamu salah menilainya. Memang, kamu bisa membeli beberapa “karakter” yang sebenarnya adalah armor yang disebut Warframe dengan kekuatan berbeda dengan uang asli. Namun kamu juga bisa mendapatkannya gratis, dengan syarat grinding atau progressing. Warframe punya sistem bisnis kosmetik dan “save time” untuk mempercepat crafting. Jadi kalo kamu cuman pengen main tanpa bayar siap-siap jadiin game ini no-life to win.

 

Apex Legends

Konsep hero shooter memang sangat cocok untuk digabungkan dengan beberapa genre termasuk battle royale, dan Apex Legends adalah salah satu yang menjadi paling sukses. Dengan mengangkat dunia game Respawn Entertainment sebelumnya, Titanfall, Apex Legends miliki hero yang disebut “Legends” dengan kemampuan menariknya.

Permainan looter shooter survival-nya sangat balance dengan senjata yang tak ada yang bisa dibeli dengan uang asli. Sistem bisnisnya hanya berkutat pada kosmetik, legend baru, dan battlepass buatnya menjadi game gratis yang aman dimainkan kapan saja.

 

Paladins

Mirip Overwatch adalah kesan pertama banyak player saat memainkan game ini. Paladins sebenernya ambil konsep yang sama dengan Team Fortress 2 namun mencoba gabungkan beberapa hero atau champion dengan elemen MOBA. Salah satu sistem unik yang mereka tawarkan adalah kartu yang akan tambah kemampuan pasif tiap champion. Kabar baiknya, kartu-kartu tersebut tidak bisa dibeli dengan uang asli, jadi ngga bakal bisa merusak balancing gamenya kecuali memang salah kombinasi.

Game ini miliki sistem bisnis kosmetik dan champion unlock yang tak mungkin membuat permainannya kacau sama sekali. Sayang, kebanyakan playernya yang toxic membuatnya terkenal dengan budaya private message perundungan yang sering terjadi di console.

 

Team Fortress 2

Team Fortress merupakan dasar dari hero shooter yang kerapkali diadaptasi dalam bentuk lain oleh developer. Terdapat ragam class yang sama persis di kedua tim dengan kemampuan dan spesial uniknya. Tak ada hal yang bisa membuatmu hebat dengan membayar uang asli di game ini. Ini karena semua sistem bisnisnya berkutat pada item kosmetik saja terutama topi. Kamu bisa membeli topi unik dan nyeleneh yang ditawarkan Valve untuk terus mendukung agar gamenya tetap ramai. Tapi sepertinya game yang telah berusia 14 tahun ini bakal sangat jarang sepinya karena sampai sekarang komunitasnya masih tetap ramai.

 

DotA2

Dibeli lisensinya dari IceFrog, pengembang mod DotA di Warcraft III: Frozen Throne, Defense of the Ancients 2 atau DotA 2 merupakan salah satu game Multiplayer Online Battle Arena atau MOBA terpopuler di Indonesia. Sama seperti MOBA pada umumnya, game ini hadirkan permainan 5 vs 5 di mana masing-masing tim melindungi tower dan core mereka masing-masing. Mereka juga akan bisa membeli dan membuat item untuk memperkuat heronya. DotA 2 juga merupakan salah satu pelopor model bisnis battlepass yang selama ini kita kenal tanpa membuat permainannya pay to win sama sekali karena semua item hanya terbatas pada kosmetik.

 

Final Fantasy XIV

Oke saya tau banyak meme internal yang jadiin Final Fantasy XIV sebagai promosi gratis di media sosial ketika banyak orang yang menanyakan game MMORPG yang keren. Meskipun niatan saya tidak demikian, namun harus diakui Final Fantasy XIV memang miliki konten yang sangat menarik. Tak ada yang overpower di dungeon maupun PvP karena semua equipment akan disamaratakan levelnya demi permainan yang lebih balance.

Pada dasarnya Final Fantasy XIV memang berbayar dengan sistem berlangganan, namun kamu yang penasaran bisa mencobanya gratis tanpa batasan waktu sama sekali dengan trial hingga ekspansi pertama. Kamu bisa melanjutkan cerita Final Fantasy XIV dengan membeli versi komplit dengan bonus berlangganan 30 hari gratis. Namun selanjutnya gamenya akan menjadi berlangganan dan tak lagi gratis.

Karena model bisnisnya adalah berlangganan dengan item kosmetik dan utility seperti servis pindahkan karakter ke server lain, maka aman bagimu untuk kategorikan gamenya sebagai free-to-play tanpa pay to win.

Rogue Company menggunakan sistem bisnis save-time, kosmetik, dan battle pass untuk model bisnisnya. Player bisa membeli rogue satuan dengan uang asli atau langsung membeli bundlenya yang terbagi atas beberapa rogue.

 

Guild Wars 2

Guild Wars 2 sebenernya MMORPG yang sama seperti Final Fantasy XIV di mana ia menawarkan free-to-play. Game ini aslinya menggunakan sistem buy to play yang mana akan dilanjutkan dengan pembelian ekspansi. Player juga bisa membeli kosmetik untuk membuat tampilan visual karakter menjadi lebih keren. Tak ada sama sekali hal yang membuatnya menjadi game pay to win yang memberimu kemampuan untuk menang PvP hanya dengan membayar.

 

Itulah 10 game free to play yang tidak pay to win di PC. Mana yang kamu suka? Adakah yang terlewat? Jangan lupa dikomen untuk membantu pembaca lain.