• June 14, 2021

Sempat mengemuka di badan rating Taiwan namun tidak pernah mendapatkan konfirmasi secara langsung, kabar mengenai rilis ulang tiga seri pertama Ninja Gaiden memang sempat menjadi misteri. Koei Tecmo dan Team Ninja secara terus-menerus membicarakan bagaimana franchise ini punya posisi penting di dalam sejarah mereka dan berjanji untuk kembali di masa depan, namun tidak memperlihatkan bentuk yang konkrit.

Koei Tecmo dan Team Ninja akhirnya secara resmi memeprkenalkan Ninja Gaiden: Master Collection yang seperti namanya, akan berisi tiga seri Ninja Gaiden – Ninja Gaiden Sigma, Ninja Gaiden Sigma 2, dan Ninja Gaiden 3: Razor’s Edge dengan semua DLC yang pernah dirilis untuk masing-masing seri.

Otak Team Ninja – Fumihiko Yasuda menyebut bahwa ambisinya untuk meracik seri baru Ninja Gaiden masihlah kuat. Namun sembari menantikan hingga ada berita perdana untuknya, ia berharap gamer bisa menikmati Ninja Gaiden: Master Collection ini. Yang menarik? Rilis ulang ini tidak mendapatkan embel-embel soal upgrade visual dan sejenisnya.

Ninja Gaiden: Master Collection rilis pada tanggal 10 Juni 2021, untuk Playstation 4, Xbox One, Nintendo Switch, dan tentu saja – PC (via Steam).

Koei Tecmo dan Team Ninja jauh dari istilah “studio jelek”, mereka telah merilis banyak game bagus mulai dari Nioh hingga Dead or Alive, namun mereka juga konsisten dalam membuat versi PC penuh dengan masalah teknis dan terkesan seperti port pas-pasan, port PC dari Ninja Gaiden: Master Collection menjadi contoh terbarunya.

Kompilasi 3 game klasik Ninja Gaiden telah dibawa ke PC untuk pertama kalinya, meski dari kualitas game sudah tidak dapat diragukan lagi, kualitas port PC dari kompilasi tersebut sangatlah dipertanyakan. Meski sudah hadir di PC, game tidak mendukung keyboard dan mouse, maka diharuskan bermain dengan controller bukan lagi disarankan.

Hal tersebut mungkin dapat dimaklumi oleh banyak pemain melihat game hack-and-slash semacam ini memang kurang cocok untuk konfigurasi keyboard dan mouse, namun masalah port lebih dari itu saja.

Game tidak miliki opsi ganti resolusi sama sekali, untuk menggantinya kamu harus membuat pengaturan terpisah di luar game lalu baru membuka game lewat launcher yang beda lagi. Tak hanya itu, opsi resolusi juga hanya terbatas pada 3 pilihan yaitu 1280×720, 1920×1080 dan 3840×2160; maka pemain yang ingin miliki monitor di luar dari yang disediakan seperti contohnya 1440p harus mengalah dengan resolusi lebih rendah.

Secara default game ini diawali dengan windowed mode. Hal menarik lainnya dari port ini ialah game dibuka dalam windowed mode dan bagi kamu yang ingin bermain di fullscreen, kamu harus melakukannya lewat mengklik ikon windows di pojok kanan atas layaknya yang kamu lakukan di program browser, office atau program komputer lainnya.

Selain dari masalah yang disebutkan di atas, banyak pemain mengomentari kursor mouse yang tak pernah hilang bahkan saat fullscreen mode. Bagi player PC yang punya spesifikasi tinggi framerate akan terkunci di bawah 60 FPS bahkan bagi mereka yang miliki Gsync atau Freesync, dan absennya pilihan untuk matikan game.

Permasalahan teknis seperti ini bukan kali pertama Koei Tecmo ataupun Team Ninja merilis port PC yang penuh masalah teknis. Sebelumnya game Nioh juga mengalami beberapa masalahnya sendiri yang dominan berhubungan dengan stabilitas dan performa game, hal tersebut perlahan diperbaiki lewat update namun tak menjadi alasan kedua perusahaan dapat merilis port PC dalam kondisi seperti itu.

Kita lihat saja nantinya apakah Ninja Gaiden: Master Collection akan dapatkan perlakuan yang serupa. Tunggu saja kabar terbarunya semoga akan datang kabar baik pada game ini. Bagaimana pendapat kalian pecinta game ninja-ninja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *